Sistem Tata Pamong

Program Studi Psikologi Pendidikan SPs UPI dipimpin oleh seorang Ketua Program Studi yang dipilih melalui kegiatan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) yang dilakukan oleh panitia khusus, yang terdiri atas, Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Hubungan Internasional, Pembantu Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Usaha, Direktur dan Asdir I Sekolah Pascasarjana. Secara struktural, Ketua Program bertanggung jawab terhadap Direktur SPs, namun dalam bidang keilmuan memiliki otonomi dalam menentukan kebijakan pengembangan program studi. Posisi Program studi hampir sama dengan posisi jurusan di fakultas, tetapi tidak memiliki perangkat administrasi. Struktur organisasi PS-Psikologi Pendidikan SPs UPI ditata sebagai berikut. Ketua Program memiliki hubungan fungsional-hierarkhis langsung dengan Direktur SPs, dan hubungan dengan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia melalui Direktur SPs. Para pembantu direktur memiliki hubungan koordinatif dengan pimpinan Program. Program studi juga memiliki hubungan koordinatif dengan Fakultas di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia melalui Direktur SPs, terutama dalam dukungan tenaga dosen dan pemanfaatan sarana/prasarana fakultas terkait.

Perangkat administrasi, seperti juga perangkat sarana dan prasarana merupakan satuan pendukung SPs secara keseluruhan, namun akses program studi kepada perangkat administrasi dan perangkat sarana dan prasarana sangat tinggi. Unsur organisasi program studi hanya terdiri atas seorang Ketua Program Studi yang dibantu oleh seorang staf akademik.

Struktur organisasi Program Studi Psikologi Pendidikan sebagai salah satu unsur dari SPs dan UPI Bandung dikemukakan pada Bagan 1 di halaman berikut. Dalam bagan tersebut, Ketua Program Studi memiliki hubungan fungsional hierarkhis langsung dengan Direktur SPs, dan hubungan dengan Rektor UPI melalui Direktur SPs. Para pembantu direktur memiliki hubungan koordinatif dengan pimpinan program studi. Fakultas-fakultas di jajaran UPI, juga memiliki hubungan koordinatif dengan program studi melalui Direktur SPs, terutama dalam dukungan tenaga dosen dan pemanfaatan sarana/prasarana fakultas terkait. Tampak dalam susunan dosen, bahwa sebagian besar dosen berasal dari fakultas-fakultas di lingkungan UPI, dan sebagian kecil berasal dari perguruan tinggi di luar UPI. Pemanfaatan Dosen dari luar UPI, bukan semata-mata untuk memperoleh tenaga penunjang, tetapi juga dalam rangka kerja sama kemitraan dalam pengembangan program dari masing-masing perguruan tinggi.

Screen Shot 2016-08-20 at 9.59.53 AM

Struktur Organisasi Program Studi  Psikologi Pendidikan

Pelaksanaan administrasi Program Pascasarjana, termasuk Program Studi Psikologi Pendidikan dibantu oleh beberapa orang personel yang dalam deskripsi jabatannya diklasifikasikan ke dalam beberapa bidang, yaitu sebagai berikut.

  1. Bidang Akademik dan Kemahasiswaan
  2. Bidang Umum dan Kepegawaian
  3. Bidang Keuangan dan SDM
  4. Bidang Aset, Fasilitas dan TIK

Setiap bidang dipimpin oleh seorang kepala seksi/kasubag, sehingga ada kasi Akademik dan kemahasiswaan; kasi bidang umum dan kepegawaian; kasi bidang keuangan dan SDM; serta kasubag bidang Aset, Fasilitas dan TIK. Semua bidang ini dalam operasionalnya berada di bawah kordinasi kepala sub bagian asset, fasilitas dan TIK.

Program Studi sangat terfasilitasi oleh semua bidang administrasi ini, karena berbagai keperluan operasional, baik akademik maupun non-akademik dapat terpenuhi. Dalam hal ini, program studi senantiasa memelihara jalinan kerja sama dengan semua bidang tersebut.

Kualitas kepemimpinan yang kondusif bagi terwujudnya kondisi di atas, adalah yang menampilkan ciri-ciri pribadi yang jujur atau amanah, bertanggung jawab, kredibel, visioner, proaktif, akuntabel, terbuka, kordinatif, dan komunikatif.

Ciri-ciri pribadi tersebut perlu dimiliki oleh semua pemimpin yang memegang jabatan di UPI, termasuk di dalamnya pimpinan program studi. Ketua program studi Psikologi Pendidikan selalu berusaha untuk bersikap amanah dalam melaksanakan tugasnya, dalam arti memiliki komitmen untuk melaksanakan semua tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Karena program studi merupakan ujung tombak universitas dalam mencapai tujuan lembaga, dan juga sebagai pusat dalam pengembangan keilmuan, maka pimpinan prodi perlu bersifat visioner, memiliki wawasan ke depan tentang bagaimana mengembangkan program studi sebagai centre of exellent dalam bidang keilmuan psikologi pendidikan.

Dalam upaya mencapai tujuan program studi, maka pimpinan prodi perlu melakukan kordinasi, kolaborasi, dan komunikasi dengan berbagai pihak yang terkait, terutama dengan para dosen, mahasiswa, pimpinan SPs, dan para karyawan. Di samping itu, pimpinan prodi juga perlu bersifat terbuka terhadap berbagai masukan atau pendapat, baik dari pihak mahasiswa, dosen, pimpinan SPs, atau pegawai administrasi. Keterbukaan ini sangat mendukung terhadap upaya penataan atau peningkatan mutu kerja pimpinan prodi, dan kerja sama dengan pihak yang terkait tersebut.