Pengembangan Kapasitas Belajar Siswa Melalui Bimbingan dan Hypnocounseling

LINK SPOT NEWS

oleh Prof. Dr. Juntika Nurihsan

A. Rasional

Potensi Bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang maju, modern, dan beradab sangat tinggi. Indonesia adalah sebuah negara yang sangat indah. Profesor dari Harvard University bernama Greg mengatakan: “Jika orang percaya di dunia itu ada surga maka surga itu adalah Indonesia”. Arysio Santos (2010: 64) seorang Geolog dan Fisikawan Nuklir Brazil dalam bukunya yang berjudul Atlantis: The Lost Continent Finally Found mengatakan bahwa: “ Indonesia adalah lokasi Eden yang sesungguhnya”.  Selanjutnya Santos menjelaskan bahwa: “ Indonesia ternyata tempat lahir peradaban dunia”. Potensi besar yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia belum sepenuhnya dapat diwujudkan menjadi prestasi yang mensejahterakan rakyat Indonesia.

Hal yang sangat esensial untuk mewujudkan potensi bangsa Indonesia menjadi prestasi nyata dapat  dilakukan  melalui upaya  pendidikan. Dalam Undang-undang  Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 ayat 1 dijelaskan bahwa:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam konteks sekolah, pendidikan adalah upaya sadar dari pendidik agar peserta didik dapat mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. Banyak potensi atau kapasitas belajar yang perlu dikembangkan oleh peserta didik (siswa). Dalam pengembangan kapasitas belajar siswa di sekolah dapat dilakukan melalui pembelajaran dan bimbingan. Dalam pelaksanaan pembelajaran, dapat digunakan berbagai strategi dan teknik pembelajaran untuk mengembangkan kapasitas belajar di antaranya melalui strategi pembelajaran yang berpusat pada guru dan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (David A Jacobsen, Paul Eggen, dan Donald Kauchak, 2009: 196). Strategi pembelajaran yang berpusat pada guru meliputi: pengajaran langsung, diskusi-ceramah, dan guided discovery. Adapun strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa meliputi: pembelajaran kooperatif, diskusi, dan pembelajaran berbasis masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *