Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister (S2) Psikologi Pendidikan

INFORMASI: Program Studi Psikologi Pendidikan membuka pendaftaran mahasiswa baru. Informasi pendaftaran kunjungi situs http://app.pmb.upi.edu/pascasarjana/ Atau dapat scan barcode di atas.

PRODI PSIKOLOGI PENDIDIKAN SPS UPI SELENGGARAKAN SEMINAR NASIONAL “KULTUR DALAM PENDIDIKAN”

Pada hari Kamis, 1 Maret 2018, Program Studi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Kultur dalam Pendidikan, Menumbuhkan Kesadaran Budaya pada Pendidik”,

Workshop Making the Meaningful Future by TEM (Trajectory Equifinality Modeling) and DST (Dialogical Self Theory

Program Studi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia telah menyelenggarakan workshop berjudul Making the Meaningful Future by TEM (Trajectory Equifinality Modeling) and DST (Dialogical Self Theory) pada hari Kamis, 1 Maret 2018 dengan pemateri Associate Professor Kiyomi Banda dari SANNO University, Tokyo, Jepang.

Seminar Nasional “Program Studi Psikologi Pendidikan Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia”

PRODI PSIKOLOGI PENDIDKAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Mempersembahkan : Seminar Nasional & Workshop Kultur dalam Pendidikan “Menumbuhkan Kesadaran Budaya pada Pendidik”

KULIAH UMUM PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Program Studi Psikologi Pendidikan SPs UPI Selanggarakan Kegiatan Kegiatan Kuliah Umum dengan tema

Program Studi Psikologi Pendidikan Telah Terakreditasi B

Mengelola Stres Pengasuhan dengan Mindful Parenting dan Power of Breathing

Stres karena anak-anak ga mau diatur ? Selalu pengen marah melihat tingkah laku anak -anak? Kami akan membahas permasalahan ini dalam webinar : Mengelola Stres Pengasuhan dengan Mindful Parenting dan Power of Breathing. Bersama 2 Narasumber yang berpengalaman yang akan berbagi tips terbaik agar para orang tua bisa mengelola stres nya dalam pengasuhan. Persembahan Komunitas Happy Mom, Happy Kids dengan Prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI dan IPO Wilayah Jawa Barat Segera daftar karena peserta terbatas. Langsung klik di bit.ly/mengelola-stres Info : 081321115965 (Wulan)

Pengasuh Anti Panik di Masa Pandemi

seminar

Rabu (14/7), Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandung mempersembahkan kegiatan acara “General Parenting Akbar (GPA)” webinar dialog guru dan orang tua dengan mengusung tema besar “Pengasuhan Anti Panik di Masa Pandemi” merupakan webinar dalam rangka peluncuran program Pandawa -Ngabandungan (Ngawangkong, Bimbingan Indung Babarengan). Kegiatan ini dapat terselenggara atas kerjasama Puspaga, Pandawa, dan Fokab kota Bandung. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 08.00 sampai dengan selesai dengan menggunaka zoom meeting dan live streaming melalui akun youtube Dinas Pendidikan Kota Bandung. Kegiatan webinar ini dihadiri oleh 809 orang dari berbagai kalangan, termasuk diantaranya Kepala Dinas PPPA kota Bandung yaitu Dr. Rita Verita Sri Hasniarty, MM.,MH. Kes, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung yaitu Drs.H. Hikmat Ginanjar, M.Si, dan Ketua Puspaga kota Bandung yaitu Siti Muntamah, S.A.P. Selain itu juga kegiatan acara webinar ini menghadirkan dua narasumber yang profesional yaitu Dr. Tina Dahlan, M.Pd., Psikolog (Pakar Pendidikan Keluarga & Kaprodi Magister Psikologi Pendidikan SPs UPI ) dan Triska Fauziah Resmiati M.Pd (Master Trainer Guru Penggerak Kemendikbud & Guru Berprestasi Prov Jabar 2019).

WhatsApp Image 2021-07-23 at 04.53.53

Mengawali pemaparannya, Dr. Tina Dahlan, M.Pd., Psikolog mengajak kepada peserta webinar tentang bagaimana pengasuhan dan pembelajaran yang damai dan menentramkan di masa pandemi seperti sekarang ini.

Dalam kegiatan acara webinar ini Dr. Tina Dahlan  menjelaskan tentang rahasia orang tua atau guru yang damai dalam sudut pandang psikologi yakni diantaranya mengelola diri sendiri, membina keterhubungan lebih dalam dengan anak. Dan yang terakhir melatih pengelolaan emosi pada anak, bukan mengendalikan anak.

Penjelasan dari Dr. Tina Dahlan ini selaras dengan narasumber yang ke dua yang dijelaskan oleh narasumber Triska Fauziah Resmiati M.Pd. yakni dalam pembelajaran bermakna. Triska Fauziah Resmiati mengungkapkan, syarat pembelajaran bermakna yaitu harus ada kemerdekaan guru dan peserta didik dalam menentukan tujuan.

WhatsApp Image 2021-07-23 at 04.53.52

“Setelah anak memiliki tujuan, harapannya ada kebutuhan sehingga pembelajaran itu lebih terlaksana dan bermakna. Dan anak sendiri yang menentukan bagaimana cara belajar yang efektif” jelasnya.

Triska Fauziah Resmiati juga mengatakan berapa sigap para orang tua atau guru untuk menanyakan hal-hal yang kecil di pagi hari seperti mencari tahu perasaan anak sebelum belajar. Misalnya, Nak hari ini kamu sudah siap belajar atau belum? Atau Nak kamu mau belajar dimana, biar kamu nyaman? Ketika hal-hal seperti ini diperhatikan, ini akan membuat si anak merasa nyaman dan membantu menciptakan pembelajaran yang bermakna.

Kegiatan acara webinar ini diakhiri dengan menayangkan sebuah video tentang ucapan-ucapan selamat atas peluncuran pandawa ngabandungan, yang dikembangkan salah satunya oleh alumni prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI.

(Pena, 2021)

Pelatihan Mendeley

Medeley

Prodi Psikologi Pendidikan SPs mengadakan kembali kegiatan Academic Writing yang selalu diadakan setiap tahun dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dan dosen dalam Pelatihan Mendeley Bersama Diky Zakaria, S.Pd., M.T.  yang merupakan Mendeley Advisor sejak tahun 2016 sampai sekarang, Selasa (13/7). Kegiatan ini dimulai pukul 08.00-12.00 WIB secara daring dengan menggunakan media platform digital Zoom Meeting.

Sebelum mengawali pemaparannya Diky Zakaria, S.Pd., M.T mengatakan bahwa pelatihan mendeley ini sangat penting untuk dipelajari baik bagi Mahasiswa maupun Dosen. Karena dalam penulisan skripsi/thesis/artikel, mendeley ini sangat digunakan agar dapat mengutip dengan benar dan tepat. Kegiatan pelatihan mendeley ini dihadiri oleh Dosen Prodi Psikologi Pendidikan SPs, Mahasiswa aktif, Alumni Psikologi Pendidikan dengan jumlah seluruhnya 43 orang.

Pada acara kegiatan Pelatihan Mendeley ini, Diky Zakaria, S.Pd., M.T menjelaskan bagaimana cara kita menggunakan aplikasi mendeley dalam mencari jurnal/artikel internasional, cara mengutip artikel sampai dengan membuat daftar pustaka secara otomatis. Aplikasi mendeley ini sangat membantu para mahasiswa dan dosen dalam proses pengerjaan tugas, artikel, jurnal ilmiah atau tugas akhir seperti skripsi/tesis. Selain itu aplikasi mendeley juga dapat mempermudah mahasiswa dan dosen dalam penulisan. Diky Zakaria, S.Pd., M.T mengajarkan bagaimana kita menggunakan aplikasi ini dari mulai mendownload aplikasinya sampai dengan cara mengaplikasikannya. Diky Zakaria, S.Pd., M.T menjelaskan fitur apa saja yang berada diaplikasi mendeley tersebut dari mulai cara mengutip, highlight, membuat catatan tambahan (note), upload artikel jurnal ke dalam folder dan sampai dengan membuat sitasi dan daftar pustaka.

Mendeley

Aplikasi mendeley adalah salah satu reference manager gratis yang dapat digunakan untuk mengorganisir dan mengatur referensi dalam pembuatan karya tulis ilmiah serta aplikasi mendeley ini dapat digunakan untuk mencari literatur yang relevan dalam membantu penulisan sitasi secara otomatis sehingga lebih efisien. Adapun tujuan dari pelatihan mendeley ini mahasiswa dan dosen dapat mengaplikasikan/menggunakan aplikasi mendeley ini dari mulai menginstall aplikasi mendeley, membuat akun mendeley, menambahkan pustaka ke mendeley, mengutip menggunakan mendeley dan memunculkan daftar pustaka menggunakan aplikasi mendeley ini. Sehingga suasana acara pelatihan mendeley ini berjalan begitu kondusif dan berisi akan ilmu dari pemateri Diky Zakaria, S.Pd., M.T mengenai penggunaan aplikasi mendeley ini yang akan mempermudah dosen dan mahasiswa dalam pembuatan karya ilmiah.

(Tena Syifaurrohmah)

Academic Writing Pelatihan Mendeley

Medeley

Hallo Sahabat Psikopend!

Mengutip dengan benar dan tepat merupakan salah satu keterampilan yang mutlak dimiliki akademisi.

Secara reguler Prodi Psikologi Pendidikan SPs menyelenggarakan kegiatan Academic Writing untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dan dosen dalam menulis naskah akademik/ilmiah.

Kegiatan Academic Writing kali ini akan mengambil topik:
PELATIHAN MENDELEY
bersama Diki Zakaria, S.Pd., M.T.
(Manager of RPI Journal PT. Rumah Publikasi Indonesia & Mendeley Advisor)

Hari Selasa, 13 Juli 2021
Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Melalui platform Zoom (link akan diinformasikan kemudian).

Catat tanggalnya dan siapkan diri untuk hadir dalam pelatihan ini!

Pantau terus Instagram @Psikopend_Sps untuk dapatkan informasi lainnya!

Terima kasih.


Publikasi Prodi Psikologi Pendidikan
Sekolah Pascasarjana
Universitas Pendidikan Indonesia
#UPIBandung #PsikologiPendidikan #UPIRumahKita

WEBINAR DIALOG GURU DAN ORANGTUA

seminar

 

Dalam Rangka Peluncuran Program Pandawa – Ngabandungan (Ngawangkong, Bimbingan Indung Babarengan)

Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandung mempersembahkan

“GENERAL PARENTING AKBAR (GPA)”
WEBINAR DIALOG GURU DAN ORANGTUA
Pengasuhan Anti Panik di Masa Pandemi
Webinar GRATIS untuk para Guru dan Orangtua.
Hari/Tanggal : Rabu, 14 Juli 2021
Pukul : 08.00 – Selesai
Via : Zoom dan Youtube

Keynote Speaker :
Siti Muntamah S.A.P
(Ketua PUSPAGA Kota Bandung)

Narasumber:
Dr. Tina Dahlan, M.Pd., Psikolog (Pakar Pendidikan Keluarga & Kaprodi Magister Psikologi Pendidikan SPs UPI )

Triska Fauziah Resmiati M.Pd (Master Trainer Guru Penggerak Kemendikbud & Guru Berprestasi Prov Jabar 2019)

Let’s Join Here 👇
Zoom
Meeting ID : 967 3461 7552
Passcode : 462679

Atau

Siaran langsung melalui Youtube Dinas Pendidikan Kota Bandung

 

 

 

Book Launching dan Webinar: “Teori dan Praktik (Jantung Konselor Profesional)”

Book Launching 1

Selasa (1/6). Edupotensia Foundation menggelar webinar Book launching “Teori dan Praktik Konseling: Jantung Konselor Profesional” mulai dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Webinar ini mengupas buku keluaran terbaru Prof. Dr. Ahmad Juntika Nurihsan, M.Pd. dari berbagai sudut pandang teknik yang dijelaskan oleh pemateri profesional, seperti Dr.Tina H. Dahlan, S.Psi.,M.Pd.,Psikolog (Ketua Program Studi Psikologi Pendidikan SPs UPI), Dr. Ipah Saripah, M.Pd (Ketua Departemen PPB FIP UPI), Dr.Anne Hafina, M.Pd (Dosen Departemen PPB FIP UPI), Ifdil, Ph.D, Kons (Dosen BK UNP/IICET), Dr.Idat Muqodas, M.Pd (Wakil Direktur UPI Kampus Purwakarta), dan Firman RNI, M.Pd (Guru BK SMA Negeri 1 Majalengka). Webinar ini juga dimoderatori oleh Arie Rakhmat Riyadi, M.Pd (salah satu mahasiswa S3 Universitas Pendidikan Indonesia) yang memandu berjalannya acara webinar book launching sehingga menciptakan suasana acara menjadi kondusif dan berisi akan ilmu. Acara ini di hadiri oleh banyak peserta, hampir seluruh Indonesia mulai dari Aceh sampai NTT.

Arie mengatakan bahwa teori tanpa praktik bagaikan orang lumpuh sedangkan praktik tanpa teori bagaikan orang buta. Oleh karena itu, teori dan praktik harus sejalan. Teori bisa melandasi praktik dan praktik bisa menginspirasi teori.

“Teori tanpa praktik adalah hanya bagi kaum cendikiawan murni sedangkan praktik tanpa teori hanya terdapat pada orang-orang gila. Nah jadi kita akan belajar melalui buku teori dan praktik konseling ini supaya tidak menjadi orang gila dan tidak hanya pandai teori saja tetapi  bisa di kombinasikan dan dihubungkan antara teori dan praktik dengan harmonis”ucapnya dalam membuka acara webinar ini. Kemudian Arie mempersilahkan kepada pemateri untuk menyajikan materinya masing-masing dengan waktu 15 menit.

Suasana acara ini begitu kondusif dan berisi akan ilmu dari para pemateri profesional dengan berbagai sudut pandang mereka, seperti dari sudut pandang psikologi yang disampaikan oleh Dr. Tina H. Dahlan, S.Psi.,M.Pd.,Psikolog dalam PPT nya.

Dalam konteks konseling, suatu teori perlu secara akurat mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi berbagai perilaku konselor dan konseli. Suatu teori menjelaskan dengan jelas apa yang menyebabkan masalah konseli dan menawarkan ide atau strategi khusus untuk mengatasi masalah ini. Teori membantu konselor memprediksi respons konseli terhadap berbagai teknik konseling sehingga membantu konselor mengetahui teknik apa yang digunakan. Berapa lama konseling biasanya akan bertahan dan bagaimana teknik tertentu kemungkinan besar akan mempengaruhi konseli tertentu.

“Kalau konselor tidak memiliki teori, maka konselor itu akan menjadi makhluk yang rentan tanpa petunjuk. Sehingga saya melihat banyak orang-orang yang tergelincir dengan curhat biasa atau dengan terlalu banyak memberikan nasehat, sedangkan kita tahu bahwa konseling itu ujungnya adalah self help (bantu diri)” ungkapnya

Penjelasan dari para pemateri dalam acara webinar mengatakan bahwa buku ini adalah buku yang sangat bagus dan perlu diterjemahkan ke bahasa inggris dan bahasa PBB karena Prof. Dr. Ahmad Juntika Nurihsan, M.Pd ini adalah orang yang menduduki urutan 2 dunia dalam dunia konseling dengan rujukan 12.484 dan indeks-h (indeks-i10), beliau juga termasuk peneliti terbaik. Karyanya ini akan memberikan kontribusi dampak terhadap akademisi dunia.

“Buku ini akan menjadi buku induk perguruan tinggi mulai dari level S1, S2, dan S3” ungkap Ifdil, Ph.D, Kons
Book Launching 3

Acara webinar book launching ini diakhiri dengan kutipan William Arthur yang disampaikan oleh Arie yakni guru yang biasa-biasa saja adalah memberi tahu, guru yang baik adalah menjelaskan, guru yang unggul adalah menunjukkan, dan guru yang hebat adalah yang menginspirasi.

(Pena,2021)

Buku Teori Dan Praktik Konseling “Jantung Konselor Profesional”

Hallo, Warga Psikopend Yang Berbahagia!

Ada Informasi penting nih terkait buku yang berjudul “Teori Dan Praktik Konseling: Jantung Konselor Profesional” karya Prof.Dr.Ahmad Juntika Nurihsan,M.Pd. yang terbaru. Bagi warga psikopend yang masih belum kenal siapa penulis dari buku ini. Admin akan memprkenalkan sekilas tentang biodata dari penulis buku ini. Nama lengkap penulis dari buku ini adalah  Prof. Dr.Ahmad Juntika Nurihsan,M.Pd. Beliau adalah salah satu guru besar dari prodi bimbingan dan konseling UPI yang lahir di Majalengka pada tanggal 1 Juni 1966. Beliau menempuh pendidikannya mulai dari S1 dengan prodi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan di IKIP Bandung pada tahun 1990, kemudian dilanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dengan prodi Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP Bandung pada tahun 1993, tidak hanya berhenti di jenjang S2 saja pendidikannya tetapi beliau juga melanjutkan lagi pendidikannya ke S3 dengan prodi Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP Bandung pada tahun 1998. Kemudian beliau tamat menjadi guru besar di UPI pada tanggal 1 Desember 2009. Keren banget kan semangat belajar dari penulis buku ini, yang perlu kita tiru.

Selain itu juga, admin akan memperkenalkan sekilas prolog dari Prof Juntika terkait buku ini supaya warga Psikopend semakin tertarik dan cinta akan buku ini.

Foto buku dan Prof jUntika

Menurut Prof Juntika, buku Teori dan Praktik Konseling ini sangat penting bagi penggiat kemanusiaan khususnya konselor dalam mengembangkan potensi manusia seoptimal mungkin. Dalam buku ini dijelaskan kaitan antara teori dan praktik konseling. Teori dan praktik konseling adalah dua hal yang sangat penting dalam pengembangan kemampuan profesional konselor dan pengembangan ilmu konseling. Teori dan praktik konseling keduanya saling mendukung. Dengan teori konseling, konselor memiliki kerangka kerja konseptual yang memungkinkan mereka dapat berpikir secara sistematis dalam praktik konseling. Selanjutnya dari praktik konseling ini dapat berkembang teori dan ilmu konseling. Para ilmuan seperti Sigmund Freud, Adler, Carl Rogers, Victor Frankl, dan Albert Ellis mengembangkan dan membangunan teorinya dari hasil pengalaman mereka dalam menangani bebagai kasus yang terjadi pada praktik konseling/psikoterapi.

Hubungan antara teori dan praktik konseling ini dijelaskan sebagai berikut: “Theories provide counsellor with conceptual framework that enable them to think systematically about human development and their practice of counselling”. Dengan teori konseling ini, konselor dalam praktik konselingnya akan mantap dalam membuat keputusan dan memilih mengenai bagaimana memandang perilaku konseli dan bagaimana melakukan tindakan dan merespons konseli selama proses konseling. Adapun dari praktik konseling ini, konselor memperoleh pengalaman yang banyak tentang berbagai pendekatan, teori, strategi, dan teknik konseling dengan beragam karakteristik konseli, dan latar (tempat, waktu, dan situasi) konseling. Dari pengalaman praktik konseling ini, konselor akan semakin bijaksana dalam menggunakan berbagai teori konseling yang sesuai dengan karakteristik konseli dengan berbagai latar kehidupannya.

Nah itu sekilas prolog dari Prof. Dr. Juntika tentang buku ini warga psikopend yang berbahagia. Buku ini bermanfaat untuk warga psikopend juga loh karena dengan hadirnya buku ini warga psikopend bisa terbantu dalam mendukung kebutuhan khusus dari murid dalam pendidikan, seperti pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah atau madrasah, dll.

Apabila ada warga psikopend yang tertarik, minat, dan cinta akan buku ini untuk lebih dalam lagi. Warga psikopend bisa memesan buku ini di toko-toko online. Karena buku ini sudah tersedia di toko-toko online.

 

Team Publikasi Prodi Psikologi Pendidikan

Sekolah Pascasarjana

Universitas Pendidikan Indonesia

#UPIBandung

#PsikologiPendidikan #pendidikan

#SPsUPI #UPIrumahkita

Mental Health & Psychological Wellbeing: Issues & Challenges During Pandemic And New Normal

Poster UM webinar

Kamis (17/6), Jurusan Psikologi Pendidikan dan Kaunseling Universiti Malaya (UM) mengadakan kegiatan acara Webinar dengan tema “Mental Health & Psychological Wellbeing: Issues & Challenges During Pandemic and New Normal.” Acara webinar ini menghadirkan pemateri yang baik dan bagus, yakni Dr. Fonny Dameaty Hutagalung.

Mengawali dalam pemaparan materinya, Dr. Fonny menjelaskan bahwa dalam satu studi tentang wabah sindrom pernapasan akut parah tahun 2019 di Hongkong, hampir setengah dari penduduk yang disurvei mengatakan bahwa pengalaman itu membebani kesehatan mental mereka. Data menunjukan 16% penduduk yang disurvey tersebut memperlihatkan tanda – tanda PTSD (post-traumatic stress disorder), pada 6 bulan setelah wabah berakhir.

Foto webinar 2021

Isolasi dan pengasingan fisik dilaporkan menjadi penyebab terjadinya peningkatan masalah lain dalam masyarakat seperti pelecehan anak, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan suami istri, orangtua kepada anak dan bunuh diri. Stressor lainnya selama pandemik seperti kehilangan orang yang dicintai karena covid, hal ini sungguh menimbulkan bahaya yang sangat jelas terlihat. Keluarga dan teman – teman dari penderita covid tidak dapat datang menjenguk ke rumah sakit atau sekedar menemani karena adanya pelarangan sebagai penekanan penyebarannya virus. Strategi yang membatasi interaksi manusia normal ditambah dengan ketakutan akan konsekuensi infeksi dan misinformasi media sosial dapat meningkatkan tingkat kekacauan, stres, dan ketegangan dalam masyarakat.

Kondisi domestik dalam pribadi seseorang sebagai akibat dari masa pandemik ini menjadikan karakteristrik sosio ekonomi dalam masyarakat terdapat jurang perbedaan yang sangat menonjol. Karakteristik Sosio-ekonomi atau disebut SES (sosio-economic status) seperti ras etnik, gender, status sosial, pendapatan, latar belakang pendidikan dan lain – lain dapat memberikan dampak signifikan pada kesehatan mental masyarakat. Pandemik juga berdampak pada para pejuang garis depan yaitu tenaga medis. Kecemasan dalam bekerja yang dihadapi para tenaga medis seperti tekanan kondisi lingkungan, beban kerja, dan kurangnya waktu istirahat menjadi penyebab yang secara tidak langsung meningkatkan kemungkinan tenaga medis terserang virus Covid-19 dan berdampak pada beban psikologis.

Webinar 2021 (2)

Komunikasi dan informasi yang terjadi selama pandemik berubah dengan cepatnya dimana komunikasi global yang terjadi mengindikasi adanya informasi yang salah telah berkembang. Masyarakat sangat membutuhkan informasi dari media untuk memahami situasi dan menjaga kesehatan dirinya. perilaku mencari informasi akan mereduksi kecemasan yang diakibatkan oleh ketidakpastian yang terjadi selama wabah penyakit atau bencana.

(Tuti Azizah)

Membongkar Ilusi Sekolah Inklusi

Poster ILusi

Jum’at (4/6), Tim media dari Program Psikologi Pendidikan SPs kali ini menghadirkan pembicara yang menarik dan cantik dari alumni Psikologi Pendidikan yang sekarang ini bekerja di Universitas Muhammadiyah Bandung sebagai ketua prodi Paud dan sekaligus sebagai wakil ketua ikatan alumni yang baru yakni Esty Faatinisa, S.Psi, S.Pd, M.Pd. yang akan berbicara tentang “Membongkar Ilusi Sekolah Inklusi” dalam acara kegiatan ngopi (ngobrol hepi) melalui livestreaming IG @psikopend_sps. Acara ini dimulai pada pukul 19.30 WIB, yang di pandu oleh Lulu Fatihatul Uyun, S.Pd. salah satu mahasiswa psikologi pendidikan angkatan 2020. Acara ini telah ditonton sekitar 138 viewers dari berbagai kalangan.

foto Ilusi

Mengawali pembicaraannya dalam kegiatan ini, Esty mengatakan bahwa definisi inklusi secara umum adalah merangkul atau kesetaraan untuk semua. Sedangkan pendidikan inklusi itu sendiri adalah implementasi dari UUD RI pasal 31 (bahwa setiap warga negara berhak atas pengajaran) dan pancasila ayat ke 5 (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia). Maka dari makna UUD RI pasal 31 dan Pancasila ayat ke 5, pendidikan inklusi itu adalah pendidikan yang harus dirasakan oleh semua orang berdasarkan kebutuhannya masing-masing.

“Kalau di luar negeri ya, pendidikan inklusi itu adalah bagaimana seorang guru mampu memberikan pendidikan kepada anak-anak sesuai dengan kebutuhannya tidak hanya berbicara untuk anak berkebutuhan khusus” ujar Esty sambil tersenyum.

Dalam acara ini, Esty juga menjelaskan bahwa anak-anak yang berkebutuhan khusus terkadang dalam kacamata orang awam seolah-olah anak yang berada di posisi bawah, padahal anak yang memiliki kapabilitas di atas rata-rata, itu bisa disebut juga dengan anak yang berkebutuhan khusus. Sehingga disini guru harus bersikap inklusi artinya guru tidak bersikap diskriminatif atau kalau di luar negeri bisa disebut dengan LRI  artinya bagaimana sebuah lingkungan tanpa batas, yang penting anak-anak sekolah.

“Pendidikan inklusi itu luas, yang penting bagaimana kita bersikap inklusi, tidak diskriminatif, dan menerima perbedaan” imbuhnya.

(Pena,2021)

Memaknai Kebahagiaan dalam Kondisi Keterbatasan

Post Kang Fikri

Tim media Program studi Psikologi Pendidikan SPs Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan acara kegiatan ngopi (ngobrol hepi) bersama ketua ikatan alumni Psikologi Pendidikan SPs yang baru yakni Moh.Fikri Tanzil Mutaqin, M.Pd. dengan tema “Happines in Limited Conditions” melalui livestreaming IG @psikopend_sps pada hari Senin (1/6) pukul 19.30-20.40 WIB.

Acara livestreaming ini dipandu oleh Faiz Fatihul ‘Alwan, S.Pd. salah satu mahasiswa Prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI sekaligus ketua angkatan mahasiswa 2020 yang menjadikan kegiatan acara ngopi ini semakin terasa renyah dan asyik namun berisi akan ilmu. Acara kegiatan livesrteaming ini telah ditonton oleh 143 viewers dari berbagai kalangan.

Kang Fikri

Dalam acara kegiatan ngopi melalui livestreaming IG @psikopend_sps di ungkapkan bahwa kebahagiaan itu bukan dilihat dari seberapa banyak hal yang dimiliki oleh seseorang akan tetapi seberapa besar seseorang bisa memaknai sesuatu. Begitupun juga dengan penderitaan, itu bukan sesuatu untuk ditolak tetapi penderitaan adalah sesuatu yang harus kita maknai agar kita mendapatkan keseimbangan emosi.

Pernyataan tersebut selaras dengan pernyataan Viktor Frankl yang di ungkapkan oleh Moh.Fikri Tanzil di tengah-tengah penjelasannya, yakni jika hidup benar-benar memiliki makna maka harus ada makna dalam penderitaan karena tanpa ada penderitaan hidup manusia tidak akan sempurna.

“Bijaksana dalam mengekspresikan kebahagiaan merupakan kebahagiaan yang tertinggi sedangkan bijaksana dalam mengekspresikan penderitaan merupakan bentuk bersyukur yang paling tinggi,” tegas Fikri.

Selama acara berlangsung viewers terlihat antusias dalam acara kegiatan ngopi (ngobrol hepi), terbukti dari komentar-komentar yang di layangkan viewers tentang tema acara kita pada malam hari ini, diantaranya ada dari Esty (wakil ketua ikatan alumni psikologi pendidikan yang baru), Ayu, Mamamia, dll.

Tema yang dibawakan oleh Moh.Fikri Tanzil Mutaqin, M.Pd ini begitu menarik sehingga tidak terasa acara ini berakhir. Sebelum mengakhiri kegiatan acara ngopi ini Moh.Fikri Tanzil Mutaqin, M.Pd mengungkapkan closing statementnya yaitu Fikri bahagia terhadap pengalamannya pada malam hari ini sebagai pembicara di IG @psikopend_sps. (Pena, 2021)     

Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister (S2) Psikologi Pendidikan T.A 2021

pmb terbaru 14 juni

“Pendidikan adalah proses membawa manusia dari apa adanya kepada bagaimana seharusnya” – Sunaryo Kartadinata

Bagi para ‘pembelajar’, kami mengajak Anda untuk belajar bersama kami:

*PROGRAM STUDI PSIKOLOGI PENDIDIKAN
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA*

Kami menerima mahasiswa lulusan S1 sebidang (linier) dan tidak sebidang (tidak linier).

882e83fc-a062-4d61-abfb-353e66420fbd

Selain kurikulum yang tertera dalam flyer, kami secara rutin melaksanakan kegiatan:
– Visiting Professor/Guest Lecture dari PTN Dalam & Luar Negeri
– Academic Writing Courses (4X/tahun)
– Dan berbagai kegiatan akademik/non akademik lainnya

pendaftaran seleksi 14 juni

Pendaftaran Seleksi Pascasarjana UPI Semester ganjil diperpanjang sampai dengan 18 Juni 2021

Informasi lebih lanjut kunjungi website
http://app.pmb.upi.edu/pascasarjana/

 

NOTE:

14 juni

 

 

 

 

 

 

 

 

Team Publikasi Prodi Psikologi Pendidikan
Sekolah Pascasarjana
Universitas Pendidikan Indonesia
#UPIBandung #PsikologiPendidikan #UPIRumahKita