PRODI PSIKOLOGI PENDIDIKAN SELENGGARAKAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT DI CIMAHI

Prodi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia telah menyelenggarakan Pengabdian pada Masyarakat berupa Pendidikan Seksualitas di SMPN 8 Cimahi. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak dua hari dalam dua minggu, yaitu pada hari Jum’at, 27 April dan 4 Mei 2018.

PRODI PSIKOLOGI PENDIDIKAN SPS UPI SELENGGARAKAN SEMINAR NASIONAL “KULTUR DALAM PENDIDIKAN”

Pada hari Kamis, 1 Maret 2018, Program Studi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Kultur dalam Pendidikan, Menumbuhkan Kesadaran Budaya pada Pendidik”,

Workshop Making the Meaningful Future by TEM (Trajectory Equifinality Modeling) and DST (Dialogical Self Theory

Program Studi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia telah menyelenggarakan workshop berjudul Making the Meaningful Future by TEM (Trajectory Equifinality Modeling) and DST (Dialogical Self Theory) pada hari Kamis, 1 Maret 2018 dengan pemateri Associate Professor Kiyomi Banda dari SANNO University, Tokyo, Jepang.

Seminar Nasional “Program Studi Psikologi Pendidikan Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia”

PRODI PSIKOLOGI PENDIDKAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Mempersembahkan : Seminar Nasional & Workshop Kultur dalam Pendidikan “Menumbuhkan Kesadaran Budaya pada Pendidik”

Penetapan hasil seleksi masuk calon mahasiswa Pascasarjana UPI gelombang I

Silakan download salinan surat keputusan dan lampirannya pada link di bawah ini.

 

PRODI PSIKOLOGI PENDIDIKAN SELENGGARAKAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT DI CIMAHI

Foto Bersama Pada Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat

PENGABDIAN

Bandung, UPI

Prodi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia telah menyelenggarakan Pengabdian pada Masyarakat berupa Pendidikan Seksualitas di SMPN 8 Cimahi. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak dua hari dalam dua minggu, yaitu pada hari Jum’at, 27 April dan 4 Mei 2018.

Peserta kegiatan ini merupakan seluruh siswa kelas 8 yang terdiri dari 12 kelas dengan jumlah kurang lebih 390 siswa. Penyajian materi dilakukan di kelas masing-masing yang terbagi dalam 6 kelas setiap minggunya. Pada minggu pertama jumlah peserta sebanyak 190 siswa, sedangkan pada minggu ke dua jumlah peserta sebanyak 200 siswa.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa Psikologi Pendidikan yang terdiri dari Fasilitator,  Co-Fasilitator, dan PJ Kelas. Fasilitator merupakan seseorang yang menyajikan materi di kelas. Co-Fasilitator adalah seseorang yang membantu fasilitator dengan menjelaskan instruksi, memimpin diskusi kelompok siswa, dan menjelaskan pengisian LKS. Sedangkan PJ Kelas merupakan seseorang yang membantu pelaksanaan kegiatan secara umum, seperti menyiapkan ATK dan LKS, menyiapkan proyektor, dan mengambil dokumentasi. Setiap kelas terdiri dari satu orang fasilitator, empat orang co-fasilitator, dan seorang PJ kelas.

Kegiatan Pendidikan Seksualitas ini lebih diarahkan pada bagaimana remaja menghadapi masa pubertas yang mengalami berbagai perubahan dalam dirinya dengan cara yang positif. Oleh karena itu, kegiatan ini lebih ditekankan pada diskusi siswa ketimbang hanya penyajian materi.

Pada awal kegiatan, fasilitator menjelaskan materi mengenai perubahan fundamental pada remaja, tidak hanya perubahan fisik dan biologis, tapi juga perubahan kognitif dan sosio emosional. Selanjutnya siswa melakukan diskusi kelompok yang dipandu oleh co-fasilitator mengenai isi jurnal. Diskusi ini dilanjutkan dengan menulis kesepakatan kelompok dalam flipchart yang diberi judul “Bagaimana Menyikapi Pubertas?”

Siswa nampak sangat antusias dalam mengikuti diskusi, sehingga proses diskusi berlangsung dengan seru. Mereka terkadang nampak saling berdebat, terkadang juga saling mendukung setuju, sebentar terlihat berbicara serius, dan sebentar kemudian tertawa jenaka. Usai diskusi, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dalam kelas, dilanjutkan dengan penjelasan fasilitator mengenai sikap dan perilaku remaja dalam menghadapi pubertas. Kegiatan pun ditutup dengan foto bersama.

Kepala Sekolah SMP 8 Cimahi, M.M. Sri Rahayu, S.Pd., mendukung dilaksanakannya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini membantu sekolah dalam rangka menerapkan pendidikan karakter, agar siswa lebih memahami mengenai pendidikan seksualitas sehingga kedepannya siswa tidak akan melakukan kesalahan dalam menyikapi begaimana pendidikan seksualitas itu diimplementasikan dalam kehidupannya.

Hadi, salah seorang peserta mengatakan bahwa materi yang diberikan tersusun dengan sistematis sehingga mudah untuk dicerna dan dipahami. Sementara itu, Diyah menuturkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu ia mengetahui bagaimana bersikap dengan lawan jenis dan mengatasi rasa minder yang ia rasakan.

PRODI PSIKOLOGI PENDIDIKAN SPS UPI SELENGGARAKAN SEMINAR NASIONAL “KULTUR DALAM PENDIDIKAN”

Foto Bersama Narasumber dan Dosen Psikologi Pendidikan

SEMINAR3

Bandung, UPI

Pada hari Kamis, 1 Maret 2018, Program Studi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Kultur dalam Pendidikan, Menumbuhkan Kesadaran Budaya pada Pendidik”, bertempat di Ruang Auditorium Sekolah Pascasarjana UPI. Seminar yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Ademik dan Kemahasiswaan UPI (Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd.) dihadiri 167 peserta yang mayoritas berasal dari kalangan akademisi, seperti: para guru, mahasiswa, dan juga dosen.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Prof. Dr. Muhajir Effendi, M.A.P.)  yang sedianya mejadi keynote speaker, pada kesempatan tersebut diwakili Kepala Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI (Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc, Ph.D.). Dalam pemaparannya tentang “Pendidikan Berbasis Budaya”, Ir. Ananto menjelaskan mengenai keterkaitan budaya dan pendidikan, serta apa saja obyek kemajuan budaya dan implementasinya. Beliau juga menjelaskan bagaimana menghadirkan joyful and deep learning environment pada intra-curriculum, co-curriculum, dan extra-curriculum, dalam sebagai upaya mengembangkan kreativitas dan inovasi sejak dini. Beliau menutup pemaparannya dengan gagasan tentang bagaimana menghadirkan guru abad 21 dengan pedagogi yang mencerahkan.

Seminar ini juga menghadirkan tiga pembicara lainnya. Pertama, Associate Prof Kiyomi Banda (SANNO University, Tokyo Jepang), yang menjelaskan topik tentang “Culture Psychology in Education”. Miss Kiyomi (begitu beliau kerap disapa), menyampaikan aspek-aspek psikologis warga negara Jepang dalam budaya Jepang. Beliau juga menyampaikan hasil-hasil penelitian komparatif pendidikan dalam budaya Jepang dan budaya Amerika Serikat, yang menggambarkan bagaimana budaya suatu bangsa dapat memengaruhi cara ibu mendidik anaknya dan bagaimana anak merespon bimbingan orangtuanya, yang selanjutnya akan memengaruhi kemajuan suatu bangsa.

Pembicara kedua, Ibu Vina Adriany. M.Ed, Ph.D. (Ketua Prodi Pendidikan Anak Usia Dini SPs UPI), dengan materi “Bias dan Kesetaraan Gender dalam Pendidikan”, menjelaskan bahwa dalam pendidikan masih banyak ditemukan bias gender dan kurang memperhatikan kesetaraan gender. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa gambar-gambar dalam buku teks dan poster-poster di TK masih mengkotak-kotakkan profesi yang sesuai untuk laki-laki dan perempuan. Ibu Vina mengakhiri penjelasannya dengan mengungkapkan gagasan tentang apa saja yang harus dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam pendidikan.

Pembicara terakhir adalah Dr. Tina Hayati Dahlan, M.Pd, Psikolog (Ketua Prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI), yang membawakan materi “Peran Kultur Keluarga dalam Pendidikan” untuk menggantikan Dr. Hendrianti Agustiani, Psikolog (Dekan Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran) yang berhalangan hadir. Dalam pemaparannya, Ibu Tina menjelaskan bagaimana nilai keluarga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, cara belajar anak, dan bagaimana anak berfungsi di masyarakat dari generasi ke generasi. Selanjutnya, dijelaskan juga bagaimana nilai keluarga terbangun, apa saja nilai mendidik anak, dan kekuatan keluarga. Terakhir, beliau mengatakan bahwa orang tua perlu melakukan apa yang dinyatakan Ki Hajar Dewantara, yakni, ing ngarsa sung tulada (di depan memberi contoh), ing madya mangun karsa (di tengah memberi semangat), tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan) .

Salah seorang peserta seminar yang merupakan Guru BK, Mulyani, menuturkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru, karena selain menambah wawasan juga dapat menambah pengetahuan baru yang dapat diaplikasikan di sekolah. (Husna, 2018).

Workshop Making the Meaningful Future by TEM (Trajectory Equifinality Modeling) and DST (Dialogical Self Theory

Workshop

workshop

Bandung, UPI

Program Studi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia telah menyelenggarakan workshop berjudul Making the Meaningful Future by TEM (Trajectory Equifinality Modeling) and DST (Dialogical Self Theory) pada hari Kamis, 1 Maret 2018 dengan pemateri Associate Professor Kiyomi Banda dari SANNO University, Tokyo, Jepang. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Auditorium Gedung Sekolah Pascasarjana UPI dengan jumlah peserta sebanyak 52 orang yang berasal dari kalangan akademisi, yaitu: guru, mahasiswa, dan dosen.

Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi yang pertama berisi penjelasan tentang konsep-konsep dalam TEM diakhiri dengan praktik TEM secara berpasangan (diadik). Setiap peserta diajak untuk melihat kembali sejarah kehidupannya, menggambarkan fluktuasi kondisi kehidupannya, dan mengilustrasikannya dalam bentuk grafik pada lembar kerja. Selanjutnya peserta diminta untuk saling bertukar cerita dengan pasangannya berdasarkan grafik yang telah mereka buat. Saat peserta mengerjakan tugasnya, pemateri berkeliling untuk melihat bagaimana para peserta melakukannya dan menjelaskan kembali jika ditemukan peserta yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Pada sesi yang kedua, pemateri menjelaskan tentang kompleksitas proses pengambilan keputusan serta faktor-faktor dalam diri dan luar diri yang turut berpengaruh. Selanjutnya peserta diajak untuk melihat ke dalam dirinya sendiri, menuliskan inner self dan outer self mereka, menuliskan kelemahan dan kelebihan mereka, dan diakhiri saling bertukar cerita dengan pasangan masing-masing.

Peserta nampak antusias dan hanyut terbawa perasaan sepanjang kegiatan ini, terlihat ada yang serius mendengarkan pasangannya menceritakan dirinya, ada yang sesekali tertawa bersama ketika sedang berbagi kisah, dan ada pula yang menghentikan ceritanya dikarenakan menolak melanjutkan kisah perjalanan hidupnya.

Kiyomi mengatakan bahwa para peserta memberikan tanggapan yang baik terhadap kegiatan ini. Ia juga mengatakan bahwa saat ini ia sedang melakukan penelitian mengenai pendidikan karir di Jepang dan di Indonesia sehingga ia merasa senang jika dapat mempresentasikan penelitiannya pada para guru di Indonesia.

Salah satu peserta yang berprofesi sebagai dosen psikologi di PT swasta menuturkan bahwa materi workshop ini menarik dan yang paling penting adalah dapat diterapkan pada diri sendiri. (Husna, 2018)

Seminar Nasional “Program Studi Psikologi Pendidikan Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia”

Slide1

 

PRODI PSIKOLOGI PENDIDKAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Mempersembahkan : Seminar Nasional & Workshop Kultur dalam Pendidikan “Menumbuhkan Kesadaran Budaya pada Pendidik” Yang akan dihadiri oleh: Keynote Speaker Prof. Dr. Muhajir Effendi, M.A.P (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) *dalam konfirmasi Narasumber : 1. Associate Prof Kiyomi Banda ( SANNO University, Tokyo Jepang) “Culture Psychology in Education” 2. Vina Adriani. M.Ed, P.Hd (Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia) “Bias Kesetaraan Gender dalam Pendidikan” 3. Dr. Hendrianti Agustiani, Psikolog ( Dekan Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran) “Peran Kultur Keluarga dalam Pendidikan” Narasumber Workshop : 1. Associate Prof Kiyomi Banda ( SANNO University, Tokyo Jepang) “Making the meaningful future by TEM (Trajectory Equifinality Modeling) and DST (Dialogical Self Theory)” Yang akan diselenggarakan pada Hari : Kamis Tanggal : 1 Maret 2018 Waktu : 08.00 s.d.Selesai Tempat : Gd. Achmad Sanusi, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung Bagi yang tertarik dan berminat untuk menghadiri kegiatan ini dapat melakukan registrasi dengan cara Ketik : Psikopend-Sem_Nama_Mahasiswa/Umum_Universitas/Lembaga Kirim via SMS ke : Auliya (081373723084) Imam (08567748958) Bayu (087730086718) Transfer ke : BNI 0589476681 a.n. Iklima Istiqomah Mandiri 130 00 1619464 2 a.n. Iklima Istiqomah BRI 0408 01 020118 50 8 a.n. Atikah Airindayu Utari HTM Seminar : S1 & Guru : Rp. 100.000; S2 & Dosen & Umum : Rp. 150.000; On the Spot : Rp. 200.000; HTM Workshop: +Rp. 100.000 Fasilitas : 1) Seminar Kit, 2) Sertifikat, 3) Snack Sebelum tanggal 25 Februari 2018, Lakukan konfirmasi via SMS setelah melakukan pembayaran.

Pengembangan Kapasitas Belajar Siswa Melalui Bimbingan dan Hypnocounseling

hypnocounselling1

LINK SPOT NEWS

oleh Prof. Dr. Juntika Nurihsan

A. Rasional

Potensi Bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang maju, modern, dan beradab sangat tinggi. Indonesia adalah sebuah negara yang sangat indah. Profesor dari Harvard University bernama Greg mengatakan: “Jika orang percaya di dunia itu ada surga maka surga itu adalah Indonesia”. Arysio Santos (2010: 64) seorang Geolog dan Fisikawan Nuklir Brazil dalam bukunya yang berjudul Atlantis: The Lost Continent Finally Found mengatakan bahwa: “ Indonesia adalah lokasi Eden yang sesungguhnya”.  Selanjutnya Santos menjelaskan bahwa: “ Indonesia ternyata tempat lahir peradaban dunia”. Potensi besar yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia belum sepenuhnya dapat diwujudkan menjadi prestasi yang mensejahterakan rakyat Indonesia.

Hal yang sangat esensial untuk mewujudkan potensi bangsa Indonesia menjadi prestasi nyata dapat  dilakukan  melalui upaya  pendidikan. Dalam Undang-undang  Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 ayat 1 dijelaskan bahwa:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam konteks sekolah, pendidikan adalah upaya sadar dari pendidik agar peserta didik dapat mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. Banyak potensi atau kapasitas belajar yang perlu dikembangkan oleh peserta didik (siswa). Dalam pengembangan kapasitas belajar siswa di sekolah dapat dilakukan melalui pembelajaran dan bimbingan. Dalam pelaksanaan pembelajaran, dapat digunakan berbagai strategi dan teknik pembelajaran untuk mengembangkan kapasitas belajar di antaranya melalui strategi pembelajaran yang berpusat pada guru dan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (David A Jacobsen, Paul Eggen, dan Donald Kauchak, 2009: 196). Strategi pembelajaran yang berpusat pada guru meliputi: pengajaran langsung, diskusi-ceramah, dan guided discovery. Adapun strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa meliputi: pembelajaran kooperatif, diskusi, dan pembelajaran berbasis masalah.

Membangun Peradaban Bangsa Indonesia Melalui Pendidikan dan Bimbingan Komprehensif yang Bermutu

SPOT NEW PSIKOPEND 2016

Oleh : Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd.

Bangsa yang maju dan modern adalah bangsa yang unggul peradabannya. Peradaban adalah bentuk budaya paling tinggi dari suatu kelompok masyarakat yang dibedakan secara nyata dari makhluk lainnya. Peradaban mencerminkan kualitas kehidupan manusia dalam masyarakat. Kualitas peradaban diukur dari ketentraman  (human security), kedamaian (peacefull), keadilan (justice), dan kesejahteraan (welfare) yang merata. Peradaban adalah a way of life that is advanced enough to include living in cities.Sekaitan dengan peradaban, Maya History (2009: 1) menjelaskan Civilization is an advanced state of human society, in which a high level of culture, science, industry, and government has been reached.Selanjutnya Maya History (2009: 1-2) menjelaskan:

                 Civilization is an advanced state of intelectual, cultural, and material development in human society, marked by progress in the arts and science, the extensive use of record-keeping, including writing, and the appearance of complex political and social; the act or process of civilizing or reaching a civilized state; cultural or intellectual refinement, good taste; modern society with its conveniences.

Terdapat kesenjangan peradaban yang sangat tinggi antara negara maju (Amerika dan Eropa) dengan negara berkembang (Sebagian Asia dan Afrika). Data United Nation Development Program (UNDP), menunjukkan saat ini lebih dari 80 Negara di Asia dan Afrika memiliki pendapatan per kapita lebih rendah dibandingkan satu dekade sebelumnya. Tahun 1960, perbandingan pendapatan per kapita antara seperlima penduduk bumi di negara-negara terkaya dan seperlima penduduk bumi di negara-negara termiskin adalah 30:1. Tahun 1990, kesenjangan itu meningkat menjadi 60:1; dan tahun 1997 menjadi 74:1. Seperlima penduduk bumi di negara-negara kaya kini menikmati 86 persen GDP (Gross Domestic Product) dunia, 82 persen nilai ekspor dunia, dan 68 persen investasi asing secara langsung (Foreign Direct Investment/FDI) . Sementara seperlima penduduk bumi di negara-negara termiskin hanya menikmati 1 persen GDP dunia, 1 persen dari nilai ekspor dunia, dan 1 persen FDI. Keadaan kemiskinan negara-negara di bagian Selatan dunia pada dekade 1990-an digambarkan oleh James Gustave Speth, Presiden World Resources Institute, bahwa di negara-negara berkembang, sekitar 13-18 juta manusia, hampir seluruhnya anak-anak, meninggal akibat kelaparan dan kemiskinan.

Peran Psikologi Pendidikan dalam Mengembangkan Kapasitas Guru

foto-psikologi-300x199oleh Prof. Dr. Juntika Nurihsan

A. Rasional

Guru mempunyai peranan yang sangat strategis dalam peningkatan mutu pendidikan. Abin Syamsuddin Makmun (2005: 23) menjelaskan secara luas peran guru dalam peningkatan mutu pendidikan yakni sebagai konservator (pemelihara) sistem nilai; sebagai transmitor (penerus) sistem nilai; sebagai transformator (penerjemah) sistem nilai; dan sebagai organisator (penyelenggara) terciptanya proses pendidikan yang bermutu.

Dalam meningkatkan mutu pendidikan diperlukan guru yang memiliki kapasitas yang bermutu. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengembangkan mutu kapasitas guru. Salah satu kebijakan yang terkait dengan peningkatan mutu kapasitas guru adalah Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen. Pada pasal 8 dinyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan/kapasitas untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Badan Penelitian Pengembangan Kemendikbud, 2010: 43).

E-Learning (Konsep dan Aplikasi)

mobile-phone-desktop-computer1-300x199oleh Dr. Cepi Riyana, M.Pd.

A. Pentingnya E-Learning di UPI

Pelibatan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelengaraan pendidikan sudah menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, terlebih teknologi komunikasi dan informasi telah mejadi bagian tak terpisahkan seiring dengan kemajuan dunia pendidikan. Salah satu fasilitas penting dari perkembangan teknologi infomasi dan komunikasi tersebut adalah adanyanetworking. Informasi yang diwakilkan oleh komputer yang terhubung dengan internet sebagai media utamanya telah mampu memberikan kontribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. Teknologi informasi ini memberikan katalis bagi terjadinya perubahan medasar terhadap peran pengajar: dari informasi ke transformasi dan adanya revolusi pembelajaran.  Internet telah memungkinkan proses belajar dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih memandirikan peserta didik dalam belajar. E-learning salah satu aplikasi TIK yang menjadi salah satu kunci menuju model pembelajaran saat ini dan masa depan di era masyarakat informasi (information society).

Universitas Pendidikan sebagai salah satu LPTK terkemuka di Indonesia sesuai dengan visinya yakni tetap menjadi Unversitas Pelopor dan Unggul (a Leading and Outstanding University) yang merupakan cita-cita besar dan ideal sebagai inspirasi yang kuat bagi seluruh sivitas UPI untuk terus berkarya dengan jiwa kepeloporan dan keunggulan dalam berbagai hal termasuk peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan ICT.

SPOT NEWS

http://psikopend.sps.upi.edu/?p=306&preview=true